Pesan dan Kesan Perjalanan Saya Menjadi Praja IPDN

Oleh: Muhammad Kanahaya Keiva Arkana 36.1760 JAWA TIMUR

Praja Angkatan XXXVI – Asal Pendaftaran Jawa Timur

Perjalanan saya menuju IPDN adalah salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Setelah lulus SMA pada tahun 2023, saya sempat melanjutkan kuliah di Universitas Jember, Fakultas Teknik Sipil. Namun di dalam hati, cita-cita untuk menjadi bagian dari IPDN tidak pernah padam. Akhirnya pada tahun 2025, saya memberanikan diri untuk mencoba mengikuti seleksi IPDN dan alhamdulillah, saya dinyatakan lulus terpilih.

Awal Tes: Antara Lelah, Doa, dan Semangat

Proses tes IPDN benar-benar menguji fisik dan mental saya. Waktu itu saya masih aktif kuliah, jadi saya harus bolak-balik Jember – Surabaya untuk mengikuti setiap tahapan tes. Rasanya sangat melelahkan, apalagi harus membagi waktu antara kuliah dan persiapan tes. Tapi semangat, doa, dan dukungan dari orang tua membuat saya tetap kuat menjalani semuanya.

Selama proses seleksi, saya banyak bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah. Kami saling menyemangati, berbagi pengalaman, dan kini banyak dari mereka menjadi saudara seperjuangan saya di IPDN. Dari situ saya belajar bahwa perjuangan tidak hanya soal kemampuan diri sendiri, tapi juga tentang kebersamaan dan saling dukung di tengah lelah dan ketegangan.

                                           

                                          

Masa Diksar: Tantangan yang Membentuk

Setelah dinyatakan lulus, kami mengikuti masa pendidikan dasar (diksar). Masa ini benar-benar menguras tenaga dan mental, namun justru menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Saya sedikit terbiasa dengan suasana disiplin seperti ini karena waktu SMA saya bersekolah di boarding school. Jadi, walaupun diksar terasa berat, saya bisa menyesuaikan diri lebih cepat. Diksar mengajarkan banyak hal tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan arti kerja keras. Setiap hari kami belajar disiplin, menghormati aturan, dan bekerja sama sebagai satu tim.

             

Momen Pengukuhan: Haru, Syukur, dan Kebanggaan

Hari pengukuhan menjadi Praja Pratama IPDN adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Saat mengenakan seragam praja untuk pertama kalinya, perasaan haru, bahagia, dan bangga bercampur jadi satu.

Saya merasa sangat bangga bisa membanggakan orang tua dan keluarga besar saya. Semua perjuangan dan pengorbanan selama ini terbayar lunas saat melihat mereka tersenyum penuh haru di hari pengukuhan.

Setelah acara pengukuhan selesai, saya akhirnya bisa bertemu langsung dengan keluarga saya. Rasanya luar biasa — campuran antara lega, bahagia, dan bangga. Melihat wajah orang tua yang penuh rasa syukur membuat saya sadar bahwa setiap langkah dan perjuangan saya tidak sia-sia. Saya benar-benar terharu dan merasa bersyukur bisa memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi mereka.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk terus menjaga nama baik IPDN, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjadi praja yang disiplin, berintegritas, serta siap mengabdi untuk bangsa dan negara.






Comments

Popular posts from this blog